6 Jenis Bahan Tambahan Makanan yang Aman Digunakan Sesuai Aturan Permenkes

  • Whatsapp
6-Jenis-Bahan-Tambahan-Makanan-yang-Aman-Digunakan-Sesuai-Aturan-Permenkes
Foto dari Canva Photos Unlimited

Bahan Tambahan Makanan, biasa disebut juga dengan Bahan Tambahan Pangan (BTP), adalah bahan yang ditambahkan dalam makanan untuk tujuan tertentu. Biasanya digunakan untuk memberikan cita rasa pada makanan, memperbaiki tampilan makanan, membuat makanan bisa disimpan dalam waktu lama, hingga meningkatkan nilai gizi.

Ada banyak jenis Bahan Tambahan Pangan. Beberapa di antaranya termasuk dalam bahan yang berbahaya untuk digunakan, dan sebagian yang lainnya boleh digunakan sesuai dengan takaran tertentu.

Read More

Jenis Bahan Tambahan Makanan

Berikut ini adalah beberapa jenis Bahan Tambahan Pangan yang cukup sering ditemui dalam keseharian dan boleh digunakan menurut aturan Permenkes.

1. Pemanis

Yang pertama adalah pemanis. Sesuai dengan namanya, pemanis digunakan untuk memberikan tambahan rasa manis pada makanan atau minuman. Jenis bahan tambahan pemanis ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu :

  • Pemanis alami

Yaitu pemanis yang berasal dari bahan alam walaupun diproses secara sintetik, seperti gula pasir, gula aren, madu, Sorbitol, Mannitol, Silitol, Glikosida, dan sebagainya.

  • Pemanis buatan

Yaitu senyawa pemanis yang tidak ditemukan di alam, seperti Aspartam, Asesulfam-K, Sakarin, Sukralosa, Neotam, dan Asam Siklamat.

2. Pengatur keasaman

Yang kedua adalah pengatur keasaman. Bahan Tambahan Pangan ini digunakan untuk mengasamkan, menetralkan keasaman, atau mempertahankan kadar keasaman pada makanan. Bahan tambahan yang termasuk dalam jenis ini dan penggunaannya diperbolehkan oleh Permenkes diantaranya adalah :

  • Garam karbonat
  • Garam bikarbonat
  • Asam asetat
  • Asam klorida
  • Asam sitrat dan garamnya

3. Pengawet

Yang ketiga adalah pengawet. Ini merupakan jenis Bahan Tambahan Makanan yang paling umum ditemukan. Gunanya untuk menghambat kerusakan pada makanan sehingga lebih tahan lama.

Bahan tambahan yang termasuk dalam jenis ini dan penggunaannya diperbolehkan oleh Permenkes di antaranya adalah :

  • Asam sorbat dan garamnya
  • Asam benzoat
  • Senyawa sulfit
  • Garam nitrit
  • Gram nitrat

4. Antioksidan

Yang keempat adalah antioksidan. Berbeda dengan kandungan antioksidan yang biasa Anda temukan, antioksidan pada Bahan Tambahan Pangan berperan dalam memperlambat terjadinya proses oksidasi sehingga makanan bisa bertahan lebih lama.

Bahan tambahan yang termasuk dalam jenis ini dan penggunaannya diperbolehkan oleh Permenkes di antaranya adalah:

  • Asam askorbat, beserta garam natrium dan kalsiumnya
  • Askorbil palmitat dan stearat
  • TBHQ
  • BHA
  • BHT

5. MSG

Yang kelima adalah MSG atau Monosodium Glutamate. Bahan ini merupakan jenis Bahan Tambahan Pangan yang berperan dalam meningkatkan rasa gurih pada makanan. Atau dengan kata lain, MSG berperan sebagai penyedap rasa untuk memberikan kelezatan rasa pada makanan.

Banyak anggapan bahwa mengkonsumsi MSG bisa berbahaya bagi tubuh, terutama untuk otak. Nyatanya, penyedap rasa ini dibutuhkan oleh tubuh. Hanya saja, ada sebagian orang mengalami reaksi alergi ketika mengkonsumsi MSG dalam jumlah sedikit sekalipun.

6. Garam pengemulsi

Yang keenam adalah garam pengemulsi. Bahan tambahan ini berperan untuk mencegah pemisahan lemak dalam keju dengan mendispersikan protein. Bahan Tambahan Makanan yang termasuk dalam jenis ini dan penggunaannya diperbolehkan sesuai Permenkes di antaranya adalah :

  • Kalium dan Natrium Dihidrogen Sitrat
  • Trikalium dan Trinatrium Sitrat
  • Gelatin
  • Natrium Glukonat
  • Tetra Kalium Difosfat

Nah, itulah 6 jenis Bahan Tambahan Makanan yang cukup sering ditemui dalam produk makanan dan perlu Anda jadikan perhatian. Tidak perlu ragu untuk mengkonsumsi makanan dengan bahan tambahan tersebut. Selama bahan yang digunakan tidak termasuk bahan berbahaya dan takarannya sesuai dengan aturan yang berlaku, maka aman untuk dikonsumsi.

Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *